Cari Blog Ini

Minggu, 19 Oktober 2014

KUMPULAN FIRMWARE NOKIA



© 2014 by MrCrab.Net

Jumat, 17 Oktober 2014

KEBINGUNGAN ADALAH IDE

Assaalamu alaikum

salam sejahtera buat teman2 Blog semuanya

Teman, sahabat, dan apa aja deh apa kabarnya, kabarnya apa? Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Pagi ini,Hari ini,saya  mau curhat sedikitlah tentang aktivitas blogging. Ingat, ini bisa jadi pertama dan satu-satunya saya curhat jadi dengerin baik-baik ya kamu akan rugi eehhh. OK deh, daripada basa basi mulu ntar keburu basi lagi marilah kita mulai.

Teman-teman Blog mungkin juga pernah berpikir bahwa nulis blog itu lumayan gampang bagi orang yang suka mengarang, lebih tepatnya yang suka dan jago mengarang.
Sebagian lagi bilang gampang, tinggal nyari artikel yang disukai trus cukup pakai CTRL + C kemudian CTRL + V alias copy paste (copas) hingga akhirnya penulis awal merasa dirugikan.

Harus pinter, harus banyak mikir?

Ahh siapa bilang, artikel ini dibuat tanpa mikir tanpa otak Upps keceplosan deh. Pinter? Yah kalau ini sih udah bawaan lahir B-) mau gimana lagi?

Kadang saya bingung cara bikin postingan yang menarik, heboh, asli ngetik sendiri meskipun materinya ngerangkum dari berbagai situs diaduk dibumbui dan rempah-rempah tradisional sebaik mungkin (bukan iklan bumbu) sehingga menjadi sebuah post yang menarik dan begitu bermanfaat.

Antara postingan bermanfaat dan postingan karangan sendiri itu balapan dari titik yang berbeda tempat start-nya. Post bermanfaat bagi saya yang katanya pengen jadi penulis akan didapat dari menjelajah terlebih dahulu ke banyak situs dan beberapa buku. Maklum, soal pengetahuan masih banyak yang harus dipelajari. Nah, ini mengandung sedikit kata ngopy (pake Y) sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk muter-muter dan merangkai kata-katanya sehingga menjadi tulisan menarik dan bermanfaat (mudah-mudahan). Sedangkan tulisan bebas copas ya seperti ini, mengalir begitu deras dan sayangnya entah bermanfaat atau tidak untuk pembaca.

Namun dengan semakin sering belajar dan latihan, semoga instan dan manfaat bisa saling berdampingan - bersamaan. Dimulai dari post ini semoga tetap memberi manfaat. Post ini dibuat tanpa banyak mikir. Kadang semakin banyak mikir malah makin bingung, nah kebingungan ditulis trus jadi deh ide post dadakan,betul tidak.....?

 Jadi sampai disini dulu ya post ini,salah dan kurang mohon maaf karena nulis kali ini hanya pakai jari dan keyboard tanpa pakai otak, sehingga bisa saja eh bisa banget salah apalagi kurang.

Kebingungan sekalipun bisa dijadikan ide.........

Senin, 13 Oktober 2014

SHALAT LIMA WAKTU

Mari kita jaga sholat 5 waktu :


Bila "Subuh Utuh"
pagi tumbuh,
hati teduh,
pribadi tidak angkuh,
keluarga tidak keruh,
 maka damai berlabuh..

Bila "Dhuhur Teratur"
diri jadi jujur,
hati tidak kufur,
rasa hati selalu bersyukur,
amal ibadah tidak udzur,
keluarga akur,
maka hidup jadi makmur..

Bila "Asar Kelar"
jiwa jadi sabar
raga jadi tegar,
senyum menyebar,
maka rizki jadi lancar..

Bila "Maghrib Tertib"
ngaji jadi wajib,
wirid jadi tertib,
jauh dari aib,
maka syafaat jadi karib..

Bila "Isya Terjaga"
malam bercahaya,
gelap tidak terasa,
hidup damai sejahtera,
maka bahagiaselamanya..

Semoga kita dapat istiqomah
menjalaninya,Aamiin..

MUHASABAH DIRI

ASSALAMU ALAIKUM

Si Pencuri Waktu


Jika seseorang  kehilangan prabot rumah tangga karena dicuri maling biasanya bikin geger. tetapi kecurian waktu yang jika digunakan untuk mencari rizki akan bernilai berlipat-lipat dari prabot rumah tangga. biasanya tidak heboh, bahkan semakin enjoooy.
Seandainya kita ditawarkan uang, dengan syarat usia kita dikurangi 3 hari ( 72 Jam ) berapakah harga uang yang akan kita pasang..? sisi lain banyak orang yang nongkrong-nongkrong tanpa tujuan dan aktifitas yang tidak bermanfaat, melebihi 72 jam kalau diakumulasi. tidak ada rasa beban apa-apa, bahkan juga terasa enjooooy…
inilah ironisnya seseorang yang tidak tahu siapa yang sesungguhnya si Pencuri Waktu itu…. Marilah kita waspadai agar kita semakin menjaga pemberian harta trmahal yang kita miliki yaitu waktu. marilah kita kenali siapa pencuri waktu itu…?
1. Mengikat Tali Sepatu.
2. Antrian Kasir. Antiran pengurusan surat spt SIM STNK dan sebagainya.
3. Nunggu di Halte dan stasiun  Bis
4. Antri tiket dan nunggu kereta Stasiun.
5. Antri cek in dan nunggu boarding.. di Air port
6. Antri tiket dan menunggu kapal berlabuh di Pelabuhan.
7. Dalam pesawat, kapal atau kendaraan
8. ruang2 tunggu, sperti ruang tunggu praktek dokter.
9. Nunggu dan Menjaga Pasien.
10. Toilet, Mck
11. Restoran, rumah makan, warteg
12. Emperan toko, jembatan, trotoar, taman-taman, tangga Mall
13 . Pos Ojeg, Pos Ronda, Pos sekuriti persimpangan jalan..
13. Lampu merah, macetnya jalan raya, mogoknya mobil mengisi bensin dll
15. Melepas baju, pakaian, pakai baju dan pakaian, bercermin, memilih parfum
16. Acara TV yang tidak menambah Iman, Ilmu, dan Incom
17. Undangan-undangan yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
18. Acara Radio yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
19. Bacaan, koran, majalan, buku yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
20. Ajakan ajakan teman yang tidak menambah Iman, Ilmu dan Incom
dan lain lain, dan seterusnya dan sebagainya…..yang tentunya kita akan dapat mencarinya sendiri....
nah................!
Jika waktu-waktu tersebut tidak bisa kita siasati, maka berarti kita telah kecurian waktu,karena itulah kita harus mempelajari seni memanfaatkan waktu luang tersebut.,
Zaman sekarang sudah banyak teknologi. ada buku, ada MP3 ada Hp,Maka itu semua bisa kita manfaatkan untuk mengisi waktu waktu luang dengan rumus setiap detik harus bertambah baik,Iman, Ilmu dan Incom.

Semoga tulisai ini bisa mensupport kita bersama,aamiin ya Robbal Alamiian.
WASSALAMU ALAIKUM…

Kamis, 09 Oktober 2014

Nero-9.4.12.3_free

DOWNLOAD NERO 9 FREE EDITION (Tanpa Aktivasi Lisensi atau Serial Key)



Nero 9 adalah perangkat lunak optical disc authoring dari Nero AG, sebelumnya Ahead Software, dengan inti pokok produk Nero Burning ROM , atau lebih dikenal dengan Nero Express, yaitu versi yang disederhanakan sebagai entri level pengguna. Banyak pengguna telah akrab dengan merk Nero seperti NERO OEM suite yang dikenal luas karena banyak dibundel/digabungkan dengan Perekam optical disk atau CD / DVD-RW drive.
Nero 9 suite adalah perangkat lunak lengkap yang mendukung CD/DVD, Blu-ray and HD DVD burning CD / DVD, Blu-ray dan HD DVD burning. Dengan biaya pembelian lisensi tunggal sebesar $79.99 , end-user akan mendapatkan banyak aplikasi yang umunya tidak diinginkan.
Untuk pengguna yang mencari crack, keygen (key generator) atau serial produk Nero 9, sekarang tidak perlu repot karena telah ada versi gratis Nero 9 dan tersedia langsung dari pengembang. Nero 9 Essentials Free Edition, yang juga dikenal sebagai Nero 9 Essentials, adalah fungsi edisi terbatas dari Nero 9, yang memiliki fitur dan fungsi-fungsi berikut:
CD and DVD copying (Menyalin CD dan DVD)
Data CD and DVD burning (Membakar Data CD dan DVD)
Dengan kata lain, Nero 9 Essentials Free Edition tidak dapat digunakan untuk membuat CD audio, membakar ISO, rip / menyalin DVD film atau audio CD, mengedit atau penulis DVD, dan banyak fungsi lainnya pada Nero 9 suite lengkap yang telah dihapus .
Namun, Nero 9 Essentials Free Edition sudah dapat memenuhi kebutuhan banyak orang yang hanya ingin membackup file data ke disk, atau duplikasi CD atau DVD.
Kelebihan lain dari Nero 9 Essentials Free Edition adalah dapat digunakan untuk jumlah PC tak terbatas dan tanpa batasan waktu.
Nero 9 Essentials Free Edition yang tersedia saat ini adalah versi 9.4.12.3 dan dapat didownload dari nero.com .
Untuk Anda yang tidak ingin memberikan alamat email mereka seperti yang diminta pada situs resmi Nero untuk mendownload Nero 9 Essentials setup installer, aplikasi Nero 9 Essentials Free Edition versi 9.4.12.3 juga dapat didownload melalui link berikut:
Nero-9.4.12.3_free.exe Nero-9.4.12.3_free.exe
CATATAN: Untuk menjaga sistem anda bersih, dianjurkan untuk hapus opsi Ask.com Toolbar selama pemasangan. Tidak diperlukan nomor seri, produk kunci, kode aktivasi, maupun crack atau keygen yang diperlukan untuk instalasi.
The free Nero 9 Essentials is a 55 MB download, and supports both 32-bit (x86) and 64-bit version (x64) Windows XP SP2 or SP3, Windows Vista, Windows 7, and Windows XP Media Center Edition 2005 with SP2.

HIKMAH DIBALIK GERHANA


Hikmah di Balik Gerhana

Hikmah di Balik Gerhana Hikmah di Balik Gerhana

Ikhwan dan akhwati fillah,




Gerhana matahari maupun bulan merupakan fenomena alam yang ditakdirkan oleh Allah Azza wa Jalla untuk menunjukkan tanda – tanda kebesaran-Nya. Di mana gerhana matahari akibat posisi bulan yang berada di antara matahari dan bumi sehingga menghalangi cahayanya, dan gerhana bulan akibat posisi bumi yang berada di antara matahari dan bulan sehingga tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke bumi.

Pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam telah terjadi satu kali gerhana matahari, tepatnya menurut ulama pada tanggal 29 Rabi’ul Awal tahun 10 Hijriah, karena memang gerhana matahari tidak terjadi kecuali pada akhir bulan Hijriah sedangkan gerhana bulan pada pertengahan bulan Hijriah. bertepatan dengan meninggalnya putra beliau tercinta yaitu Ibrahim.

Hal ini merupakan takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena masyarakat jahiliyah dahulu berkeyakinan bahwa gerhana terjadi karena kematian atau lahirnya seorang bangsawan atau yang berkedudukan tinggi, maka Allah Ta’ala Hendak membatalkan keyakinan ini dengan menjadikan gerhana di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam bertepatan dengan meninggalnya putra beliau, untuk menjelaskan bahwa gerhana adalah murni phenomena alam yang ditakdirkan Allah Ta’ala dan tidak ada kaitannya dengan kejadian apapun di muka bumi.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda Hikmah di Balik Gerhana, Menurut Pandangan Agama ISLAM

Dari Abu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : “Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan dua tanda kebesaran Allah, di mana Allah menakuti hamba-Nya. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang manusia, akan tetapi keduanya merupakan dua tanda kebesaran Allah, apabila kalian menyaksikannya, maka laksanakan shalat dan berdoalah kepada Allah sehingga dikembalikan kembali oleh Allah” (HR Bukhari dan Muslim, nas ini lafaz Muslim 4/463 hadits nomor 1516).



Pelajaran penting yang kita bisa ambil dari gerhana matahari maupun bulan adalah:


Pertama : Keduanya merupakan tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala yang menciptakan alam semesta ini, menguasainya, serta mengaturnya. Tidak ada satupun yang dapat menghalangi Allah Ta’ala, ketika Allah Berkehendak untuk merubah aturan alam sebentar diluar kebiasaan, untuk menunjukkan betapa lemahnya manusia dan betapa agungnya Allah, maka manusia tidak layak untuk menyombongkan dirinya di hadapan Allah, jadi sepantasnya manusia tunduk patuh kepada peraturan dan hukum Allah tidak kepada yang lain.


Kedua : Merupakan kehendak Allah untuk menakuti hamba – hamba-Nya dengan mengingatkan mereka dari kelalaian dan dosa. Di mana dengan bertambahnya fitnah dan kerusakan di muka bumi yang sebenarnya karena tingkah laku manusia, maka hikmah Allah Ta’ala berkehendak untuk menyadarkan mereka, dan bahwa azab dan siksaan-Nya di neraka lebih pedih dan kekal.

Namun di zaman sekarang, di mana manusia sudah menilai kejadian di bumi hanya dengan kaca mata materi tanpa menoleh ke sisi syar’i. Mereka mengatakan ini hanya sekedar phenomena alam biasa, tanpa melihat siapa yang menakdirkannya dan apa tujuannya.

Ketiga : Bahwa kejadian – kejadian alam tidak ada hubungannya dengan kematian atau lahirnya seseorang, karena jika Allah Berkehendak untuk menjadikan sesuatu, maka terjadilah. Jadi murni karena kehendak Allah, maka barangsiapa meyakini bahwa kejadian alam ada kaitannya dengan kematian dan lahirnya seseorang maka dia telah menetapkan adanya pengatur alam semesta selain Allah Ta’ala

Demikianlah,Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
Aamiin ya Robbal Alamiin

Selasa, 07 Oktober 2014

ILMU NAHWU

TERJEMAHAN KITAB MATAN JURUMIYAH (LENGKAP)


بسم الله الرحمن الرحيم
Bismillahirrahmanirrahim.

Segala Puji Bagi Allah Yang Menurunkan Al-Qur'an dengan Bahasa Arab. Shalawat serta Salam semoga Tercurah-limpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw paling utamanya makhluq yang berbicara dan berbahasa. Dan juga kepada keluarganya, para shahabatnya dan para tabi'in dan taabi'it taabi'iin bi ihsaanin ilaa yaumiddin…. Dan semoga Allah mengangkat kita bersama-sama mereka didalam rumah akhirat yang tentram tanpa belenggu rasa kesah dan kelu. Aamiiin.

Amma Ba'du:
Berkata Kyai Mushannif Ibnu Aajurruumi Muhammad bin Muhammad bin Dawud As-Shanhaji Alfaasiy (627-723 H. / 1273-1323 M.) semoga Allah Merahmatinya dan semoga kami mendatapkan Ilmu yang Manfa'at berkat Ilmu-ilmunya. Aamiin.

أنواع الكلام

الكلام هو اللفظ المركب المفيد بالوضع .
وأقسامه ثلاثة : اسم ، وفعل ، وحرف جاء لمعنى .
فالاسم يعرف : بالخفض ، والتنوين ، ودخول الألف واللام ، وحروف الخفض وهي : من وإلى وعن وعلى وفي ورب والباء والكاف واللام وحروف القسم وهي : الواو والباء والتاء .
والفعل يعرف بقد والسين و ( سوف ) وتاء التأنيث الساكنة .
والحرف مالا يصلح معه دليل الاسم ولا دليل الفعل .

Macam-macam Kalam

Telah berkata pengarang kitab ini (As Syaikh Ash Shanhajy) rahimahullah :
Al kalam (kalimat) adalah Lafadz yang tersusun yang berfaedah dengan bahasa arab. Penyusun kalimat itu ada tiga: Isim, fi’il, dan huruf yang memiliki arti.

(1) Isim itu dapat dikenali dengan keberadaan  khafadh, tanwin, dan kemasukan alif dan lam. Huruf khafadh itu adalah :
مِنْ (dari),  إِلَى(ke), عَنْ (dari),  عَلَى(di atas),فِي (di), رُبَّ (jarang), بِ (dengan), كَ (seperti), لِ (untuk) Isim dapat dikenali juga dengan huruf qasam (sumpah) yaitu waw, ba dan ta.

(2) Fiil itu dikenali dengan keberadaan:
قَدْ (sungguh/terkadang), سَ (akan) ، سَوْفَ(akan) ، تَاءِ اَلتَّأْنِيثِ اَلسَّاكِنَةِ (ta ta’nits yang mati)

(3) Huruf itu adalah sesuatu yang tidak memenuhi ciri-ciri isim dan fi’il

*****************

باب الإعراب
Bab Al I’rab

الإعراب هو تغيير أواخر الكلم لاختلاف العوامل الداخلة عليها لفظاً أو تقديراً .
وأقسامه أربعة : رفع ونصب وخفض وجزم فللأسماء من ذلك الرفع والنصب والخفض ولا جزم فيها وللأفعال من ذلك الرفع والنصب والجزم ولا خفض فيها .

I’rab itu adalah berubahnya akhir kata karena perbedaan amil-amil yang masuk atasnya baik secara lafadz atau taqdir. Pembagian i’rab itu ada empat:
  1. Rafa’
  2. Nashab
  3. Khofadh /Jar
  4. Jazm.
Setiap isim itu bisa dalam kondisi rafa’, nashab, khafad akan tetapi tidak mungkin dalam kondisi jazm
Setiap fi’il itu bisa dalam kondisi rafa’, nashab, jazm akan tetapi tidak mungkin dalam kondisi khafadh.


*******************
باب معرفة علامات الإعراب
BAB MENGENAL TANDA-TANDA I’RAB

TANDA ROFA'

للرفع أربع علامات : الضمة والواو والألف والنون
Rafa’ memiliki  empat tanda:
  1. Dhammah
  2. Huruf Waw
  3. Huruf Alif
  4. Huruf Nun
فأما الضمة فتكون علامة للرفع في أربعة مواضع : الاسم المفرد وجمع التكسير وجمع المؤنث السالم والفعل المضارع الذي لم يتصل بآخره شيء
Dhammah menjadi tanda bagi rafa’ pada empat tempat :
  1. Isim Mufrad,
  2. Jama’ taktsir
  3. Jama’ muannas salim, dan
  4. Fiil mudhari’ yang tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatu
وأما الواو فتكون علامة للرفع في موضعين : في جمع المذكر السالم وفي الأسماء الخمسة وهي : أبوك وأخوك وحموك وفوك وذو مال
Huruf Waw menjadi tanda bagi rafa’ pada  dua tempat :
  1. Jama’ mudzakkar salim, dan
  2. Isim-isim yang lima yaitu
أَبُوكَ, وَأَخُوكَ, وَحَمُوكَ, وَفُوكَ, وَذُو مَالٍ
(Bapak mu, saudara laki-laki mu , ipar mu, mulut mu, pemilik harta )

وأما الألف فتكون علامة للرفع في تثنية الأسماء خاصة
Huruf Alif menjadi tanda bagi rafa’ pada isim-isim tatsniyyah yang tertentu

وأما النون فتكون علامة للرفع في الفعل المضارع إذا اتصل به ضمير التثنية أو ضمير جمع أو ضمير المؤنثة المخاطبة
Huruf Nun menjadi tanda bagi rafa’ pada fi’il mudhari yang bersambung dengan:
  1. dhamir tatsniyah,
  2. dhamir jama’, dan
  3. dhamir muannats mukhatabah


TANDA NASHAB

وللنصب خمس علامات : الفتحة والألف والكسرة والياء وحذف النون
B. Nashab memiliki  lima tanda:
  1. Fathah
  2. Huruf alif
  3. kasrah
  4. Huruf Ya
  5. Hadzfunnuun (membuang nun) 
فأما الفتحة فتكون علامة للنصب في ثلاثة مواضع : في الاسم المفرد وجمع التكسير والفعل المضارع إذا دخل عليه ناصب ولم يتصل بآخره شيء
Fathah menjadi tanda bagi nashab pada tiga tempat :
  1. Pada Isim Mufrad
  2. Jama’ taksir, dan
  3. fi’il Mudhari apabila masuk atasnya amil yang menashobkan dan tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatupun
وأما الألف فتكون علامة للنصب في الأسماء الخمسة نحو : رأيت أباك وأخاك وما أشبه ذلك
Huruf Alif menjadi tanda bagi nashab pada isim-isim yang lima contohnya :
رَأَيْتُ أَبَاكَ وَأَخَاك (aku melihat bapakmu dan saudaramu) dan apa-apa yang menyerupai contoh ini.

وأما الكسرة فتكون علامة للنصب في جمع المؤنث السالم
Kasrah menjadi tanda bagi nashab pada jama’ muannats salim

وأما الياء فتكون علامة للنصب في التثنية والجمع
Huruf Ya menjadi tanda bagi nashab pada tatsniyah dan jama’ (mudzakkar salim)

وأما حذف النون فيكون علامة للنصب في الأفعال الخمسة التي رفعها بثبوت النون
Hadzfunnuun (membuang huruf nun), menjadi tanda bagi nashab pada fi’il-fi’il yang lima yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.


TANDA JAR

وللخفض ثلاث علامات : الكسرة والياء والفتحة
Khafadh memiliki  3 tanda:
  1. Kasrah
  2. Huruf Ya
  3. Fathah
فأما الكسرة فتكون علامة للخفض في ثلاثة مواضع : في الاسم المفرد المنصرف وجمع التكسير المنصرف وجمع المؤنث السالم
Kasrah menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
  1. Isim Mufrad yang menerima tanwin
  2. jama’ taksir yang menerima tanwin, dan
  3. jama’ muannats salim
وأما الياء فتكون علامة للخفض في ثلاثة مواضع : في الأسماء الخمسة وفي التثنية والجمع
Huruf ya menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
  1. Pada isim-isim yang lima (al asmaul khamsah)
  2. Isim Tatsniyah, dan
  3. jama’
وأما الفتحة فتكون علامة للخفض في الاسم الذي لا ينصرف
Fathah menjadi tanda bagi khafadh pada isim-isim yang tidak menerima tanwin (isim ghairu munsharif)


TANDA JAZM

وللجزم علامتان : السكون والحذف
Jazm memiliki  2 tanda:
  1. Sukun
  2. Al hadzfu (membuang)
فأما السكون فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع الصحيح الآخر
Sukun menjadi tanda bagi jazm pada fi’il yang shahih akhirnya

وأما الحذف فيكون علامة للجزم في الفعل المضارع المعتل الآخر وفي الأفعال الخمسة التي رفعها بثبات النون
Al hadzfu menjadi tanda bagi jazm pada fi’il mudhari yang mu’tal akhirnya dan pada fi’il-fi’il yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.
فَصْلٌ اَلْمُعْرَبَاتُ
Fashl (pasal), Kata-kata yang di-Irab

الْمُعْرَبَاتُ قِسْمَانِ قِسْمٌ يُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ . وَقِسْمٌ يُعْرَبُ بالْحُرُوفِ
Kata yang di- i’rab itu ada dua:
  1. Kata yang di-i’rab dengan harkat (baris)
  2. Kata yang di-i’rab dengan huruf.

فَالَّذِي يُعْرَبُ بالْحَرَكَاتِ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعٍ : الاِسْمُ الْمُفْرَدُ ، وَجَمْعُ التَّكْسِيرِ ، وَجَمْع الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ ، وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بآخِرِهِ شَيْءٌ
Kata  yang di-i’rab dengan baris itu ada empat macam :
  1. Isim Mufrad
  2. Jama’ taktsir
  3. Jama’ muannats salim, dan
  4. Fi’il Mudhari’ yang tidak bersambung dengan akhirnya sesuatu

وكلُّها . تُرفَع بالضَّمَّة وتُنصَب بالفتحة ، وتُخفَض بالكسرة ، وتُجزَم بالسكون. وخرج عن ذلك ثلاثة أشياء : جمع المؤنث السالم يُنصب بالكسرة ، والاسمُ الذي لا ينصرف يخفض بالفتحة ، والفعل المضارع المعتلُّ الآخر يُجْزَم بحذف آخره
Semua kata itu di-rafa’-kan dengan dhammah, di-nashab-kan dengan fathah, dan di-jazm-kan dengan sukun kecuali untuk tiga kondisi;
  1. jama’ muannats salim di-nashab-kan dengan kasrah
  2. Isim ghairu munsharif di-khafadh-kan dengan fathah
  3. fi’il mudhari’ mu’tal di-jazm-kan dengan membuang akhirnya

والذي يعرب بالحروف أربعة أنواع : التثنية وجمع المذكر السالم ، والأسماء الخمسة ، والأفعال الخمسة ، وهي : يفعلان ، وتفعلان ، ويفعلون ، وتفعلون ، وتفعلين
Kata yang di-i’rab dengan huruf itu ada empat macam :
  1. Isim Tatsniyah
  2. Jama’ mudzakkar salim
  3. isim-isim yang lima, dan
  4. fi’il-fiil yang lima, yaitu: يَفْعَلَانِ، وَتَفْعَلَانِ، وَيَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلِينَ

فأما التثنية فترفع بالألف وتنصب وتخفض بالياء
Isim tatsniyah : di-rafa’-kan dengan huruf alif, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما جمع المذكر السالم فيرفع بالواو وينصب ويخفض بالياء
Jama’ mudzakkar salim: dirafa’kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

أما الأسماء الخمسة فترفع بالواو وتنصب بالألف ، وتخفض بالياء
Isim-isim yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf alif, dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما الأفعال الخمسة فترفع بالنون وتنصب وتجزم بحذفها
Fi’il-fi’il yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf nun, di-nashab-kan serta di-jazm-kan dengan membuang huruf nun.


*******************

فَصْلٌ اَلْمُعْرَبَاتُ
Fashl (pasal), Kata-kata yang di-Irab

الْمُعْرَبَاتُ قِسْمَانِ قِسْمٌ يُعْرَبُ بِالْحَرَكَاتِ . وَقِسْمٌ يُعْرَبُ بالْحُرُوفِ
Kata yang di- i’rab itu ada dua:
  1. Kata yang di-i’rab dengan harkat (baris)
  2. Kata yang di-i’rab dengan huruf.

فَالَّذِي يُعْرَبُ بالْحَرَكَاتِ أَرْبَعَةُ أَنْوَاعٍ : الاِسْمُ الْمُفْرَدُ ، وَجَمْعُ التَّكْسِيرِ ، وَجَمْع الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ ، وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعُ الَّذِي لَمْ يَتَّصِلْ بآخِرِهِ شَيْءٌ
Kata  yang di-i’rab dengan baris itu ada empat macam :
  1. Isim Mufrad
  2. Jama’ taktsir
  3. Jama’ muannats salim, dan
  4. Fi’il Mudhari’ yang tidak bersambung dengan akhirnya sesuatu

وكلُّها . تُرفَع بالضَّمَّة وتُنصَب بالفتحة ، وتُخفَض بالكسرة ، وتُجزَم بالسكون. وخرج عن ذلك ثلاثة أشياء : جمع المؤنث السالم يُنصب بالكسرة ، والاسمُ الذي لا ينصرف يخفض بالفتحة ، والفعل المضارع المعتلُّ الآخر يُجْزَم بحذف آخره
Semua kata itu di-rafa’-kan dengan dhammah, di-nashab-kan dengan fathah, dan di-jazm-kan dengan sukun kecuali untuk tiga kondisi;
  1. jama’ muannats salim di-nashab-kan dengan kasrah
  2. Isim ghairu munsharif di-khafadh-kan dengan fathah
  3. fi’il mudhari’ mu’tal di-jazm-kan dengan membuang akhirnya

والذي يعرب بالحروف أربعة أنواع : التثنية وجمع المذكر السالم ، والأسماء الخمسة ، والأفعال الخمسة ، وهي : يفعلان ، وتفعلان ، ويفعلون ، وتفعلون ، وتفعلين
Kata yang di-i’rab dengan huruf itu ada empat macam :
  1. Isim Tatsniyah
  2. Jama’ mudzakkar salim
  3. isim-isim yang lima, dan
  4. fi’il-fiil yang lima, yaitu: يَفْعَلَانِ، وَتَفْعَلَانِ، وَيَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلُونَ، وَتَفْعَلِينَ

فأما التثنية فترفع بالألف وتنصب وتخفض بالياء
Isim tatsniyah : di-rafa’-kan dengan huruf alif, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما جمع المذكر السالم فيرفع بالواو وينصب ويخفض بالياء
Jama’ mudzakkar salim: dirafa’kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf ya dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

أما الأسماء الخمسة فترفع بالواو وتنصب بالألف ، وتخفض بالياء
Isim-isim yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf waw, di-nashab-kan dengan huruf alif, dan di-khafadh-kan dengan huruf ya.

وأما الأفعال الخمسة فترفع بالنون وتنصب وتجزم بحذفها
Fi’il-fi’il yang lima: di-rafa’-kan dengan huruf nun, di-nashab-kan serta di-jazm-kan dengan membuang huruf nun.

*******************

باب الأفعال

Bab Fi’il-fi’il (Kata Kerja)

الأفعال ثلاثة : ماضٍ ومضارع وأمر نحو : ضرب ويضرب واضرب .

Fi’il itu ada tiga :1. Fiil Madhi2. Fiil Mudhari’3. Fiil AmrContohnya ضَرَبَ(madhi), (mudhari’) , يَضْرِبُ (‘amr) اِضْرِبْ

فالماضي مفتوح الآخر أبداً .

Fiil Madhi itu selalu di-fathah-kan

والأمر مجزوم أبداً .

Fiil amar selalu di-jazm-kan

والمضارع ما كان في أوله إحدى الزوائد الأربع التي يجمعها قولك ( أنيت ) وهو مرفوع أبداً حتى يدخل عليه ناصب أو جازم .

Fiil mudhari’ itu fiil yang di awalnya terdapat salah satu dari huruf tambahan yang empat yang terkumpul dalam perkataan أَنَيْتُ(hamzah, nun, ya, dan ta). Fiil mudhari’ itu selalu di-rafa’-kan kecuali ada amil (huruf) nashab atau jazm yang masuk padanya.

فالنواصب عشرة وهي :

Amil nashab (hal yang me-nashab-kan) itu ada sepuluh, yaitu:

أنْ و لن و إذن وكي و لام كي و لام الجحود و حتى و الجواب بالفاء و الواو و أو .

أَنْ(bahwa), لَنْ(tak akan), إِذَنْ (jadi, kalau begitu), كَيْ (supaya), لَامُ كَيْ(lam dengan makna supaya), لَامُ اَلْجُحُودِ (lam pengingkaran), حَتَّى (sehingga), الْجَوَابُ بِالْفَاءِ, الْوَاوِ, أَوْ(kalimat jawab dengan fa, wa, dan aw).

والجوازم ثمانية عشر وهي :

Amil jazm (hal yang me-jazam-kan) itu ada delapan belas, yaitu :

لم ، ولما ، و ألمْ ، وألمَّا ، ولام الأمر والدعاء ، و ( لا ) في النهي والدعاء ، وإن ، وما ومهما ، وإذ ، وإذما ، وأي ، ومتى ، وأين ، وأيان ، وأنَّى ، وحيثما ، وكيفما ، وإذاً في الشعر خاصة .

لَمْ (tidak), لَمَّا(belum), أَلَمْ(tidakkah?), أَلَمَّا(belumkah?), لَامُ اَلْأَمْرِ وَالدُّعَاءِ(Lam untuk perintah dan permohonan), ”لَا” فِي اَلنَّهْيِ وَالدُّعَاءِ(la untuk larangan dan permohonan), إِنْ (jika)،مَا (apa)، مَنْ (siapa)،مَهْمَا(apapun), إِذْمَا (kalau)، أَيٌّ (mana, sesuatu apa)، مَتَى(kapan), أَيْنَ (dimana) أَيَّانَ (kapan), أَنَّى(bagaimana), حَيْثُمَا(dimanapun), كَيْفَمَا(bagaimanapun), إِذًا فِي اَلشِّعْرِ خاصة. (dan “Jika demikian” pada syair tertentu)

*******************

باب مرفوعات الأسماء

Bab Isim-isim yang Dirafa’kan

المرفوعات سبعة وهي : الفاعل ، والمفعول الذي لم يسم فاعله ، والمبتدأ ، وخبره واسم كان وأخواتها وخبر إن وأخواتها والتابع للمرفوع وهو أربعة أشياء : النعت والعطف والتوكيد والبدل

Isim-isim yang di-rafa’-kan itu ada tujuh :1. Isim Faa’il2. Isim Maf’ul yang tidak disebut failnya (naaibul fa’il)3. Mubtada4. khabar mubtada5. Isim Kaana dan saudara-saudaranya6. khabar inna dan saudara-saudaranya7. pengikut dari yang di-rafa’-kan, yaitu ada empat : Na’at, ‘athaf, taukid, dan badal

*******************


باب الفاعل

Bab Faa’il (Pelaku)

الفاعل هو : الاسم المرفوع المذكور قبله فعله .

Faa’il (pelaku) termasuk isim yang di-rafa’-kan yang disebut setelah fi’il (perbuatan) nya.

وهو على قسمين : ظاهر ومضمر .

Dan faa’il itu ada dua jenis:1. Faa’il isim dzhahir2. Faa’il isim dhamir

فالظاهر نحو قولك : قام زيد ويقوم زيد وقام الزيدان ويقوم الزيدان وقام الزيدون ويقوم الزيدون وقام الرجال ويقوم الرجال وقامت هند ، وتقوم هند ، وقامت الهندان ، وتقوم الهندان ، وقامت الهندات ، وتقوم الهندات ، وتقوم الهنود ، وقام أخوك ، ويقوم أخوك ، وقام غلامي ، ويقوم غلامي ، وام أشبه ذلك .

Faa’il isim dzhahir itu contohnya seperti:

قَامَ زَيْدٌ, وَيَقُومُ زَيْدٌ, وَقَامَ الزَّيْدَانِ, وَيَقُومُ الزَّيْدَانِ, وَقَامَ الزَّيْدُونَ, وَيَقُومُ الزَّيْدُونَ, وَقَامَ اَلرِّجَالُ, وَيَقُومُ اَلرِّجَالُ, وَقَامَتْ هِنْدٌ, وَقَامَتْ اَلْهِنْدُ, وَقَامَتْ الْهِنْدَانِ, وَتَقُومُ الْهِنْدَانِ, وَقَامَتْ الْهِنْدَاتُ, وَتَقُومُ الْهِنْدَاتُ, وَقَامَتْ اَلْهُنُودُ, وَتَقُومُ اَلْهُنُودُ, وَقَامَ أَخُوكَ, وَيَقُومُ أَخُوكَ, وَقَامَ غُلَامِي, وَيَقُومُ غُلَامِي,(Zaid telah berdiri, Zaid sedang berdiri, Dua orang (bernama) Zaid telah berdiri, Dua orang (bernama) Zaid sedang berdiri, Orang-orang (bernama) Zaid telah berdiri, Orang-orang (bernama) Zaid sedang berdiri, Para laki-laki telah berdiri, Para laki-laki sedang berdiri, Hindun telah berdiri, Hindun sedang berdiri, Dua orang (bernama) Hindun telah berdiri, Dua orang (bernama) Hindun sedang berdiri, Orang-orang bernama hindun telah berdiri, Orang-orang bernama hindun sedang berdiri, Hindun-hindun telah berdiri, Hindun-Hindun Sedang berdiri, Saudara laki-laki mu telah berdiri, Saudara laki-laki mu sedang berdiri, Budak ku telah berdiri, Budak ku sedang berdiri )

والمضمر اثنا عشر ، نحو قولك : (( ضربت ، وضربنا ، وضربتَ ، وضربتِ ، وضربتما وضربتم ، وضربتن ، وضرب ، وضربتْ ، وضربا ، وضربوا ، وضربن ))

Faa’il isim dhamir itu ada 12, yaitu :

ضَرَبْتُ, وَضَرَبْنَا, وَضَرَبْتَ, وَضَرَبْتِ, وَضَرَبْتُمَا, وَضَرَبْتُمْ, وَضَرَبْتُنَّ, وَضَرَبَ, وَضَرَبَتْ, وَضَرَبَا, وَضَرَبُوا, وضربن(aku telah memukul, kami telah memukul, kamu (lk) telah memukul, kamu (lk) telah memukul, , kalian berdua telah memukul, kalian (lk) telah memukul, kalian (pr) telah memukul, dia (lk) telah memukul, dia (pr) telah memukul, mereka berdua telah memukul, mereka (lk) telah memukul, mereka (pr) telah memukul)

*******************

باب المفعول الذي لم يسم فاعله

Bab Maf’ul yang tidak disebut Faa’ilnya (Naaibul faa’il)

وهو : الاسم ،المرفوع ،الذي لم يذكر معه فاعله.Naaibul faa’il adalah isim yang di-rafa’-kan yang tidak disebut bersamanya faa’ilnya

فإن كان الفعل ماضيا ضم أوله وكسر ما قبل آخره ،Jika fi’il madhi maka huruf pertama nya di-dhammah-kan dan satu huruf sebelum huruf terakhir dikasrahkan

وإن كان مضارعا ضم أوله وفتح ما قبل آخره .Jika fi’il mudhari’ maka huruf pertama nya di-dhammah-kan dan dan satu huruf sebelum huruf terakhir difathahkan.

وهو قسمين : ظاهر ،ومضمر.Naa’ibul faa’il itu ada dua:1. Naaibul faa’il isim dzhahir2. Naaibul faa’il isim dhamir.

فالظاهر نحو قولك (ضرب زيد)و(يضرب زيد)و(أكرم عمرو)و(يكرم عمرو) .

Naaibul faa’il isim dzhahir itu contohnya :ضُرِبَ زَيْدٌ” وَ”يُضْرَبُ زَيْدٌ” وَ”أُكْرِمَ عَمْرٌو” وَ”يُكْرَمُ عَمْرٌو(Zaid telah dipukul, Zaid sedang dipukul, ‘Amr telah dimuliakan, ‘Amr sedang dimuliakan)

والمضمر نحو قولك (ضربت) وضربنا ، وضربت ، وضربت ، وضربتما ، وضربتم ، وضربتن ، وضرب ، وضربت ، وضربا ، وضربوا ، وضربن .

Naaibul faa’il isim dhamir contohnya:ضُرِبْتُ وَضُرِبْنَا, وَضُرِبْتَ, وَضُرِبْتِ, وَضُرِبْتُمَا, وَضُرِبْتُمْ, وَضُرِبْتُنَّ, وَضُرِبَ, وَضُرِبَتْ, وَضُرِبَا, وَضُرِبُوا, وضُربن(aku telah dipukul, kami telah dipukul, kamu (lk) telah dipukul, kamu (lk) telah dipukul, , kalian berdua telah dipukul, kalian (lk) telah dipukul, kalian (pr) telah dipukul, dia (lk) telah dipukul, dia (pr) telah dipukul, mereka berdua telah dipukul, mereka (lk) telah dipukul, mereka (pr) telah dipukul)

*******************


باب المبتدأ والخبر

Bab Mubtada dan khabar

المبتدأ : هو الاسم المرفوع العاري عن العوامل اللفظية .

Mubtada adalah isim yang di-rafa’-kan yang terbebas dari amil-amil lafadzh

و الخبر : هو الاسم المرفوع المسند إليه, نحو قولك ((زيد قائمٌ )) و ((الزيدان قائمان)) و ((الزيدون قائمون )) و 

Khabar adalah isim yang di-rafa’-kan yang disandarkan kepada mubtada’. Contohnya:“زَيْدٌ قَائِمٌ” وَ”الزَّيْدَانِ قَائِمَانِ” وَ”الزَّيْدُونَ قَائِمُونَ “ (Zaid berdiri, Dua orang Zaid berdiri, Zaid-zaid (orang-orang yang bernama zaid) berdiri)

المبتدأ قسمان : ظاهر و مضمر .

Mubtada itu ada dua jenis:1. Mubtada isim dzahir2. Mubtada isim dhamir

فالظاهر ما تقدم ذكره .

Mubtada isim dzahir itu sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya (seperti contoh di atas)

و المضمر اثنا عشر , وهي : أنا , ونحن ، وأنت , وأنتِ , وأنتما , وأنتم , وأنتن , وهو , وهي , وهما , وهم , وهن ,

Sedangkan Mubtada isim dhamir itu ada dua belas :أَنَا وَنَحْنُ وَأَنْتَ وَأَنْتِ وَأَنْتُمَا وَأَنْتُمْ وَأَنْتُنَّ وَهوَ وهِيَ وَهُمَا وَهُمْ وَهُنَّ(saya, kami, kamu (lk), kamu (pr), kalian berdua, kalian (lk), kalian (pr), dia (lk), dia (pr), mereka berdua, mereka (lk), mereka (pr))

نحو قولك (( أنا قائم )) و ((نحن قائمون )) وما أشبه ذلك .

Contohnya :(أَنَا قَائِمٌ) وَ(نَحْنُ قَائِمُوْنَ)(saya berdiri, kami berdiri))Dan contoh lain yang serupa

و الخبر قسمان :مفرد ؛ و غير مفرد .

Khabar itu ada dua jenis:1. Khabar mufrad2. Khabar ghair mufrad

(فالمفرد نحو (زيد قائم 
Khabar mufrad itu contohnya زَيْدٌ قَائِمٌ (Zaid berdiri)

وغير المفرد أربعة أشياء : الجار و المجرور , و الظرف , و الفعل مع فاعله , و المبتدأ مع خبره , نحو قولك : ((زيد في الدار , وزيد عندك , وزيد قام أبوه , و زيد جاريته ذاهبة ))

Sedangkan khabar ghair mufrad itu ada empat :1. Jar dan majrur 2. dzharaf3. fi’il beserta faa’ilnya4. Mubtada beserta khabarnya.Contohnya:زَيْدٌ فِى الدَّارِ وَزَيْدٌ عِنْدَكَ وَزَيْدٌ قَامَ اَبُوْهُ وَزَيْدٌ جَارِيَتُهُ ذَاهِبَةٌ(Zaid ada di dalam rumah, Zaid ada di sisi mu, Zaid itu berdiri bapaknya, Zaid itu budaknya pergi)


*******************

باب العوامل الداخلة على المبتدأ و الخبر

Bab Amil-amil yang masuk kepada mubtada dan khabar


وهي ثلاثة أشياء : كان و أخواتها , و إن وأخواتها , وظننت و أخواتها.

Amil-amil yang masuk kepada mubtada dan khabar itu ada tiga macam:1. Kaana dan yang semisal Kaana,2. Innna dan yang semisal Inna3. Dzhanna (dzhanantu) dan yang semisal Dzhanna4. Kaana dan saudara-saudaranya

فأما كان و أخواتها , فإنها ترفع الاسم , وتنصب الخبر

Kaana dan saudara-saudaranya itu me-rafa’-kan isim (mubtada) dan menashabkan khabar.

وهي : كان , و أمسى , و أضحى , و ظل , و بات , و صار , و ليس , و مازال , و ما انفك , و ما فتئ , و ما برح , و ما دام 

kaana dan suadara-saudaranya adalah :كَانَ (ada,terjadi), أَمْسَى(memasuki waktu sore), أَصْبَحَ (memasuki waktu pagi), أَضْحَى(memasuki waktu dhuha), ظَلَّ (pada waktu siang), بَاتَ (pada waktu malam), صَارَ(menjadi), لَيْسَ (tidak), مَا زَالَ (senantiasa), مَا اِنْفَكَّ (senantiasa), مَا فَتِئَ (senantiasa), مَا بَرِحَ(senantiasa), مَا دَامَ (senantiasa)

و ما تصرف منها نحو : كان , و يكون , و كن , و أصبح , و يصبح , و أصبح , تقول : ((كان زيد قائماً , و ليس عمر شاخصا )) و ما أشبه ذلك .

Termasuk juga tashrif (perubahan kata) dari kata-kata di atas, seperti :َ كَانَ, وَيَكُونُ, وَكُنْ, وَأَصْبَحَ وَيُصْبِحُ وَأَصْبِحْ(telah terjadi, sedang terjadi, jadilah! – Telah memasuki waktu pagi, sedang memasuki waktu shubuh, masukilah waktu shubuh!) Contohnya : “كَانَ زَيْدٌ قَائِمًا, وَلَيْسَ عَمْرٌو شَاخِصًا” (Zaid telah berdiri, ‘Amr tidak pergi) dan contoh lain yang serupa

أما إن و أخواتها فإنها تنصب الاسم و ترفع الخبر

Inna dan saudara-saudaranya itu me-nashab-kan mubtada dan me-rafa’-kan khabar

وهي إن،وأن ،ولكن ، وكأن ، وليت ، ولعل ،تقول :إن زيدا قائم ، وليت عمرا شاخص ، وما أشبه ذلك

Inna dan saudara-saudaranya adalah :إِنَّ (sesungguhnya)، أَنَّ (sesungguhnya)، لَكِنَّ (akan tetapi)، كَأَنَّ (seakan-akan)، لَيْتَ (andai)، لَعَلَّ(agar, supaya) contohnya : إِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ، وَلَيْتَ عَمْرًا شَاخِصٌ (sesungguhnya Zaid berdiri, Andai ‘Amr pergi) dan contoh lain yang serupa.

ومعنى إن وأن للتوكيد ، ولكن للاستدراك ، وكأن للتشبيه ، وليت للتمني ، ولعل للترجي والتوقع.

Makna إِنَّ dan أَنَّ adalah untuk taukid (penekanan), لَكِنَّ untuk istidraak (mempertentangkan), كَأَنَّ untuk tasybih (penyerupaan), لَيْتَ untuk tamanniy (pengandaian), لَعَلَّ untuk tarajiy (pengharapan kebaikan) dan tawaqqu’ (ketakutan dari nasib buruk).

وأما ظننت وأخواتها فإنها تنصب المبتدأ والخبر على أنهما مفعولان لها

Zhanantu (zhanna) dan saudara-saudaranya itu me-nashab-kan mubtada dan khabar karena keduanya itu (mubtada dan khabar) adalah maf’ul bagi dzhanna dan saudara-saudaranya

وهي : ظننت , وحسبت , وخلت , وزعمت , ورأيت , وعلمت , ووجدت , واتخذت , وجعلت , وسمعت ؛ تقول : ظننت زيداً قائما , ورأيت عمراً شاخصا , وما أشبه ذلك .

Zhanantu dan saudara-saudaranya itu :ظَنَنْتُ (saya telah menyangka)، وَحَسِبْتُ (saya telah mengira)، وَخِلْتُ (saya telah membayangkan)، وَزَعَمْتُ(saya telah menduga) وَرَأَيْتُ (saya telah melihat)، وَعَلِمْتُ (saya telah mengetahui)، وَوَجَدْتُ (saya telah mendapatkan)، وَاتَّخَذْتُ (saya telah menjadikan)،وَجَعَلْتُ (saya telah menjadikan)، وَسَمِعْتُ (saya telah mendengar)؛Contohnya: ظَنَنْتُ زَيْدًا مُنْطَلِقًا، وَرَأَيْتُ عَمْرًا شاخصًا (Aku telah menyangka Zaid pergi, Aku telah melihat ‘Amr pergi) dan contoh lain yang menyerupainya.


*******************
باب النعت
Bab Na’at (sifat)

النعت : تابع للمنعوت في رفعه و نصبه و خفضه , وتعريفه وتنكيره ؛ قام زيد العاقل , ورأيت زيدا العاقل , ومررت بزيد العاقل .

Na’at (sifat) itu mengikuti yang disifati pada keadaan rafa’, nashab, khafad, ma’rifat, dan nakirah nya. Contohnya: قَامَ زَيْدٌ اَلْعَاقِلُ, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْعَاقِلَ, وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ اَلْعَاقِلِ. (Zaid yang berakal telah berdiri, aku melihat zaid yang berakal, aku berjalan bersama zaid yang berakal)

و المعرفة خمسة أشياء : الاسم المضمر نحو : أنا و أنت, و الاسم العلم نحو : زيد و مكة , و الاسم المبهم نحو : هذا وهذه وهؤلاء والاسم الذي فيه الألف واللام نحو : الرجل والغلام , وما أضيف إلى واحد من هذه الأربعة .

Ma’rifat (kata khusus) itu ada lima:1. Isim Dhamir (kata ganti), contohnya : أَنَا (saya) dan أَنْتَ (kamu)2. Isim Alam (nama), contohnya: (Zaid)زَيْدٍ(mekkah) dan مَكَّةَ3. Isim Mubham (kata tunjuk), contohnya : (ini, mudzakkar) هَذَا, (ini, muanats) هَذِهِ,(ini, banyak) هَؤُلَاءِ4. Isim yang terdapat alif lam (al), contohnya: (laki-laki) اَلرَّجُلُ dan(anak muda/pembantu) الْغُلَامُ5. isim yang di-idhafahkan kepada salah satu dari keempat isim ma’rifat ini (isim Dhami, isim alam. Isim mubham, dan isim yang terdapat alif lam)

والنكرة : كل اسم شائع في جنسه لا يختص به واحد دون آخر ,وتقريبه : كل ما صلح دخول الألف و اللام عليه , نحو الرجل و الفرس .

Nakirah (kata umum) adalah setiap isim yang tersebar (beraneka ragam) pada jenisnya ,tidak tertentu pada sesuatupun. Ringkasnya, nakirah adalah setiap isim yang dapat menerima alif lam, contohnya: (laki-laki) اَلرَّجُلُ dan(anak muda) الْغُلَامُ


*******************
باب العطف
Bab ‘Athaf

و حروف العطف عشرة , وهي : الواو , والفاء , وثم , وأو , وأم , وإما ، وبل , ولا ,ولكن , وحتى في بعض المواضع .

Huruf ‘athaf ada sepuluh, yaitu :وَ (dan)، فَ (maka), ثُمَّ (kemudian), أَوْ (atau), أَمْ (ataukah), إِمَّا (adakalanya), بَلْ (bahkan) , لَا(tidak), لَكِنْ(akan tetapi), حَتَّى فِي بَعْضِ اَلْمَوَاضِعِ (Hatta (Sehingga) pada sebagian tempat)

فإن عطفت على مرفوع رفعت , أو على منصوب نصبت , أو على مخفوض خفضت , أو على مجزوم جزمت , تقول : ((قام زيد وعمرو , ورأيت زيدا و عمرا , ومررت بزيد وعمرو , وزيد لم يقم ولم يقعد )).

Jika kamu athaf-kan dalam keadaan rafa’ maka kamu rafa’a-kan, dalam keadan nashab maka kamu nashab-kan, dalam keadaan khafad maka kamu khafadh-kan, dalam keadaan jazm maka kamu jazm-kan. Contohnya :“قَامَ زَيْدٌ وَعَمْرٌو, وَرَأَيْتُ زَيْدًا وَعَمْرًا, وَمَرَرْتُ بِزَيْدٍ وَعَمْرٍو, وَزَيْدٌ لَمْ يَقُمْ وَلَمْ يَقْعُدْ(Zaid dan ‘Amr telah berdiri, Aku melihat Zaid dan ‘Amr, Aku berjalan bersama Zaid dan ‘Amr, Zaid sedang tidak berdiri, tidak pula duduk)


*******************

باب التوكيد

Bab Taukid (menekankan atau menguatkan)

التوكيد : (( تابع للمؤكد في رفعه ونصبه وخفضه وتعريفه وتنكيره ))Taukid itu mengikuti yang diperkuat dalam keadaan rafa’-nya, nashab-nya, khafadh-nya, dan ma’rifah-Nakirah-nya.

ويكون بألفاظ معلومة, وهي : النفس , والعين , وكل , وأجمع

Taukid itu telah tertentu lafadzh-lafazhnya, yaitu :اَلنَّفْسُ, وَالْعَيْنُ, وَكُلُّ, وَأَجْمَعُ (diri, diri, setiap, seluruh)

وتوابع أجمع , وهي : أكتع , وأبتع , وأبصع , تقول : قام زيد نفسه , ورأيت القوم كلهم , ومررت بالقوم أجمعين 

Dan yang mengikuti ajma’u, yaitu:أَكْتَعُ, وَأَبْتَعُ, وَأَبْصَعُ (semuanya bermakna seluruh) Contohnya :قَامَ زَيْدٌ نَفْسُهُ, وَرَأَيْتُ اَلْقَوْمَ كُلَّهُمْ, وَمَرَرْتُ بِالْقَوْمِ أَجْمَعِينَ.(Zaid benar-benar telah berdiri, Aku benar-benar melihat semua orang, Aku benar-benar berjalan dengan semua orang)


*******************

باب البدل

Bab Badal (pengganti)

إذا أبدل اسم أو فعل من فعل تبعه في جميع إعرابه .Apabila di-badal-kan (diganti) isim dengan isim atau fi’il dengan fi’il maka badal (kata ganti) nya mengikuti kata yang diganti pada seluruh i’rabnya

وهو على أربعة أقسام : بدل الشيء من الشيء , وبدل البعض من الكل , وبدل الاشتمال , وبدل الغلط

Badal itu ada empat :1. بَدَلُ اَلشَّيْءِ مِنْ اَلشَّيْء Badal Syai' min Syai'2. بَدَلُ اَلْبَعْضِ مِنْ اَلْكُلِّ Badal Ba'dh min Kull3. بَدَلُ اَلِاشْتِمَالِ Badal Isytimal4. وَبَدَلُ اَلْغَلَطِ Badal Ghalath

نحو قولك : ((قام زيد أخوك ,وأكلت الرغيف ثلثه , ونفعني زيد علمه , ورأيت زيداً الفرس )) , أردت أن تقول الفرس فغلطت فأبدلت زيداً منه .

Contohnya:“قَامَ زَيْدٌ أَخُوكَ, وَأَكَلْتُ اَلرَّغِيفَ ثُلُثَهُ, وَنَفَعَنِي زَيْدٌ عِلْمُهُ, وَرَأَيْتُ زَيْدًا اَلْفَرَسَ(Zaid, saudaramu, telah berdiri – Aku makan roti sepertiganya – Ilmu Zaid bermanfaat untuk ku – Aku melihat Zaid, (maaf) maksudnya kuda)Sebetulnya yang ingin kau ucapkan adalah “Aku melihat kuda”, akan tetapi kamu salah ucap dan kamu ganti dengan “Aku melihat Zaid”.


*******************

باب منصوبات الأسماء
Bab Isim-isim Yang dinashabkan

المنصوبات خمسة عشر : وهي المفعول به والمصدر وظرف المكان والزمان والحال والتمييز والمستثنى واسم لا والمنادى والمفعول من أجله والمفعول معه وخبر كان وأخواتها واسم إن وأخواتها .
والتابع للمنصوب وهو أربعة أشياء : النعت والعطف والتوكيد والبدل .

Isim-isim yang dinashabkan itu ada lima belas:
1. Maf’ul bih
2. Mashdar
3. Dzharaf zaman
4. Dzharaf makan
5. Hal
6. Tamyiz
7. Mustatsna
8. Isim Laa
9. Munada
10. Maf’ul min ajlih
11. Maf’ul ma’ah
12. Khabar kaana
13. Isim inna
14. khabar dari isim yang semisal  kaana dan isim dari isim yang semisal  inna
15. Pengikut dari yang di-nashab-kan, yaitu ada empat : na’at, ‘athaf, taukid, dan badal


*******************

باب المفعول به
Bab Maf’ul bih (objek)

وهو : الاسم المنصوب الذي يقع عليه الفعل نحو قولك : ضربت زيداً وركبت الفرس .
Maf’ul bih termasuk isim yang di-nashab-kan yang dikenakan padanya suatu perbuatan. Contohnya : ضَرَبْتُ زَيْدًا, وَرَكِبْتُ اَلْفَرَسَ  (Aku telah memukul Zaid, Aku telah menunggangi kuda)
وهو قسمان : ظاهر ومضمر .
Maf’ul bih itu ada dua jenis:
maf’ul bih dzhahir dan
maf’ul bih dhamir.

فالظاهر ما تقدم ذكره ، والمضمر قسمان : متصل ومنفصل .
Maf’ul bih dzhahir telah dijelaskan sebelumnya (pada contoh di atas), sedangkan maf’ul bih dhamir itu terbagi menjadi dua:
Muttashil (bersambung)
Munfashil (terpisah)

فالمتصل اثنا عشر وهي : ضربني وضربنا وضربك وضربكما وضربكم وضربكن وضربه وضربها وضربهما وضربهم وضربهن .
Maf’ul bih dhamir muttashil ada dua belas, yaitu :
ضَرَبَنِي, وَضَرَبَنَا, وَضَرَبَكَ, وَضَرَبَكِ, وَضَرَبَكُمَا, وَضَرَبَكُمْ, وَضَرَبَكُنَّ, وَضَرَبَهُ, وَضَرَبَهَا, وَضَرَبَهُمَا, وَضَرَبَهُمْ, وَضَرَبَهُنَّ

Dia (lk) telah memukul aku, Dia (lk) telah memukul kami,  Dia (lk) telah memukul kamu (lk),  Dia (lk) telah memukul kamu (pr),  Dia (lk) telah memukul kalian berdua,  Dia (lk) telah memukul kalian (lk),  Dia (lk) telah memukul kalian (pr),  Dia (lk) telah memukulnya (lk),  Dia (lk) telah memukulnya (pr),  Dia (lk) telah memukul mereka berdua,  Dia (lk) telah memukul mereka (lk), Dia (lk) telah memukul mereka (pr)

والمنفصل اثنا عشر وهي : إياي وإيانا وإياك وإياكما وإياكم وإياكن وإياه وإياها وإياهما وإياهم وإياهن .

Maf’ul bih dhamir munfashil ada dua belas, yaitu:
إِيَّايَ, وَإِيَّانَا, وَإِيَّاكَ, وَإِيَّاكِ, وَإِيَّاكُمَا, وَإِيَّاكُمْ, وَإِيَّاكُنَّ, وَإِيَّاهُ, وَإِيَّاهَا, وَإِيَّاهُمَا, وَإِيَّاهُمْ, وَإِيَّاهُنَّ.

*******************

باب المصدر
Bab Mashdar

المصدر هو : الاسم المنصوب الذي يجئ ثالثا في تصريف الفعل نحو : ضرب يضرب ضربا.
Mashdar adalah isim yang di-nashab-kan yang menempati tempat ketiga dalam tashrif fi’il. Contohnya : ضَرَبَ يَضْرِبُ ضَرْبًا (telah memukul – sedang memukul – pukulan)

*******************

باب المفعول المطلق
Bab Maf'ul Muthlaq

وهو قسمان : لفظي ومعنوي
Maf'ul Muthlaq/Mashdar terbagi dua :
1. Lafdzhy
2. Ma’nawy

 فإن وافق لفظه لفظ فعله فهو لفظي نحو : قتلته قتلا
Mashdar Lafdzhy
Jika lafazdh mashdarnya sama dengan lafadzh fi’ilnya maka itu termasuk mashdar lafdzhy contohnya : قَتَلْتُهُ قَتْلًا (aku benar-benar membunuhnya)

 وإن وافق معنى فعله دون لفظه فهو معنوي نحو : جلست قعوداً , وقمت وقوفاً , وما أشبه ذلك .
Mashdar Ma’nawy
Jika yang sama maknanya saja  tetapi lafadznya tidak sama, maka itu adalah mashdar ma’nawy. Contohnya : جَلَسْتُ قُعُودًا, ، وقمت وُقُوفًا (aku benar-benar duduk, aku benar-benar berdiri)


*******************

باب ظرف الزمان و ظرف المكان
Bab zharaf Zaman (keterangan waktu) dan zaharaf Makan (keterangan tempat)

ظرف الزمان هو : اسم الزمان المنصوب بتقدير (( في )) نحو اليوم والليلة وغدوة وبكرة وسحرا وغدا وعتمة وصباحا ومساء وأبدا وأمدا وحينما .وما أشبه ذلك .
zharaf zaman itu adalah isim zaman yang dinashabkan dengan taqdir maknanya fi (pada, di). Contoh zharaf zaman :
اَلْيَوْمِ, اللَّيْلَةِ, غَدْوَةً, بُكْرَةً, سَحَرًا, غَدًا, عَتَمَةً, صَبَاحًا, مَسَاءً, أَبَدًا, أَمَدًا, حِينًا
(di pagi hari, di malam hari, di pagi hari, di pagi hari, di waktu sahur, besok, di waktu malam, di waktu shubuh, di sore hari, selama-lamanya, besok-besok, suatu ketika)

وظرف المكان هو : اسم المكان المنصوب بتقدير (( في )) نحو : أمام وخلف وقدّام ووراء وفوق وتحت وعند وإزاء وحذاء وتلقاء وثم وهنا . وما أشبه ذلك .
zharaf makan adalah isim makan yang dinashabkan dengan taqdir maknanya fi (pada, di). Contohnya:
أَمَامَ, خَلْفَ, قُدَّامَ, وَرَاءَ, فَوْقَ, تَحْتَ, عِنْدَ, مَعَ, إِزَاءَ, حِذَاءَ, تِلْقَاءَ, ثَمَّ, هُنَا
(di depan, di belakang, di depan, di belakang, di atas, di bawah, di sisi, bersama, di depan, di depan, di depan, di sana , di sini)


*******************

باب الحال
Bab Haal (Keterangan Kondisi)

الحال هو : الاسم المنصوب المفسر لما أنبهم من الهيئات
Haal termasuk isim yang dinashabkan yang menjelaskan tata cara atau keadaan  yang sebelumnya samar.

 نحو : (( جاء زيد راكباً )) و (( ركبت الفرس مسرجاً )) و (( لقيت عبد الله راكبا )) وما أشبه ذلك .

Contohnya :
جَاءَ زَيْدٌ رَاكِبًا” وَ”رَكِبْتُ اَلْفَرَسَ مُسْرَجًا” وَ”لَقِيتُ عَبْدَ اَللَّهِ رَاكِبًا”
(Zaid telah datang dengan berkendaraan, aku menunggangi kuda yang berpelana, Aku menjumpai ‘Abdullah sedang berkendaraan)

ولا يكون إلا نكرة ولا يكون إلا بعد تمام الكلام ولا يكون صاحبها إلا معرفة .

Haal itu harus nakirah dan haal itu hanya terjadi setelah kalimat nya sempurna dan shahibul haal itu pasti ma’rifat

*******************

باب التمييز
Bab Tamyiz (Keterangan Zat)

التمييز هو : الاسم المنصوب المفسر لما أنبهم من الذوات
Tamyiz termasuk isim yang dinashabkan yang menjelaskan zat yang sebelumnya samara

 نحو قولك : ((تصبب زيد عرقا )) و (( تفقأ بكر شحما )) و (( طاب محمد نفسا )) و (( اشتريت عشرين كتابا )) و (( ملكت تسعين نعجة )) و (( زيد أكرم منك أبا )) و (( أجمل منك وجها )) .

Contohnya :
“تَصَبَّبَ زَيْدٌ عَرَقًا”, وَ”تَفَقَّأَ بَكْرٌ شَحْمًا” وَ”طَابَ مُحَمَّدٌ نَفْسًا” وَ”اِشْتَرَيْتُ عِشْرِينَ غُلَامًا” وَ”مَلَكْتُ تِسْعِينَ نَعْجَةً” وَ”زَيْدٌ أَكْرَمُ مِنْكَ أَبًا” وَ”أَجْمَلُ مِنْكَ وَجْهًا”
(keringat zaid mengalir, lemak Bakr berlapis-lapis, badan Muhammad wangi, aku membeli 20 budak, aku memiliki 90 ekor kambing, Bapaknya Zaid lebih mulia dari mu, dan wajah Zaid lebih tampan darimu)

ولا يكون إلا نكرة ولا يكون إلا بعد تمام الكلام .

Tamyiz itu harus nakirah dan tamyiz hanya terjadi setelah kalimat nya sempurna


*******************

باب الاستثناء
Bab Istitsna (pengecualian)

وحرف الاستثناء ثمانية وهي : إلا وغير وسِوى وسُوى وسواء وخلا وعدا وحاشا .

Huruf istitsna itu ada delapan, yiatu :
إِلَّا, غَيْرُ, سِوَى, سُوَى, سَوَاءٌ, خَلَا, عَدَا, حَاشَا  
(semuanya bermakna kecuali / selain)

فالمستثنى بإلا ينصب إذا كان الكلام تاما موجبا نحو : (( قال القوم إلا زيدا )) و (( خرج الناس إلا عمرا ))

Maka mustatsna (kalimat yang di istitsnakan) dengan huruf illaa dinashabkan jika kalamnya taam mujab contohnya  :
قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا” وَ”خَرَجَ اَلنَّاسُ إِلَّا عَمْرًا
(Semua orang selain Zaid telah berdiri, Semua orang selain ‘Amr telah keluar)

 وإن كان الكلام منفيا تاما جاز فيه البدل و النصب على الاستثناء نحو: (( ما قام القوم إلا زيدٌ )) و (( إلا زيدا ))
Jika kalamnya manfiy taam, maka boleh menjadikannya badal atau menashabkannya
karena istitsna contohnya :
مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدٌ وَ مَا قَامَ اَلْقَوْمُ إِلَّا زَيْدًا
(keduanya bermakna sama, semua orang selain Zaid tidak berdiri)
 وإن كان الكلام ناقصا كان على حسب العوامل نحو : ((ما قام إلا زيدٌ )) و (( ما ضربت إلا زيداً )) و (( ما مررت إلا بزيد )).

Jika kalamnya naaqish (kurang), maka i’rabnya sesuai dengan amil-amilnya,. Contohnya:
“مَا قَامَ إِلَّا زَيْدٌ” وَ”مَا ضَرَبْتُ إِلَّا زَيْدًا” وَ”مَا مَرَرْتُ إِلَّا بِزَيْدٍ
(Tidak berdiri kecuali Zaid, Tidaklah aku pukul kecuali Zaid, tidak lah aku berjalan kecuali bersama zaid )

والمستثنى بسِوى وسُوى وسواء وغير مجرور لاغير .

Mustatsna dengan kata siwaa, suwaa, sawaa-u dan ghairu maka dijarkan (selamanya) tanpa kecuali.
والمستثنى بخلا وعدا وحاشا يجوز نصبه وجره نحو : (( قام القوم خلا زيداً , وزيد )) و (( عدا عمرا و عمرو )) و ((حاشا بكراً و بكرٍ )) .

Mustatsna dengan kata khalaa, ‘adaa, dan haasyaa maka boleh kita menashabkannya atau menjarkannya. Contohnya :
قَامَ اَلْقَوْمُ خَلَا زَيْدًا وَ قَامَ اَلْقَوْمُ خَلَا زَيْدٍ
قَامَ اَلْقَوْمُ عَدَاعَمْرًا وَ قَامَ اَلْقَوْمُ عَدَاعَمْرٍو
قَامَ اَلْقَوْمُ حَاشَا بَكْرًا و قَامَ اَلْقَوْمُ حَاشَا َبَكْرٍ
(Semua orang berdiri kecuali Zaid, ‘Amr, dan Bakr)


*******************

بَابُ لَا

Bab Laa (penafian)

اِعْلَمْ أَنَّ “لَا” تَنْصِبُ اَلنَّكِرَاتِ بِغَيْرِ تَنْوِينٍ إِذَا بَاشَرَتْ اَلنَّكِرَةَ وَلَمْ تَتَكَرَّرْ “لَا” نَحْوَ “لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ”
فَإِنْ لَمْ تُبَاشِرْهَا وَجَبَ اَلرَّفْعُ وَوَجَبَ تَكْرَارُ “لَا” نَحْوَ لَا فِي اَلدَّارِ رَجُلٌ وَلَا اِمْرَأَةٌ”
فَإِنْ تَكَرَّرَتْ “لَا” جَازَ إِعْمَالُهَا وَإِلْغَاؤُهَا, فَإِنْ شِئْتَ قُلْتُ “لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةَ”.  فَإِنْ شِئْتَ قُلْتُ “لَا رَجُلٌ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةٌ”.

Ketahuilah! Bahwa apabila laa (laa Nafiah, Laa penafian) bertemu langsung dengan isim nakirah maka laamenashabkan isim nakirah dengan tanpa tanwin dan laa tidak berulang-ulang. Contohnya:
لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ
(tidak ada seorang pria di dalam rumah)
Jika laa tidak bertemu langsung dengan nakirah maka laa wajib diulang-ulang.
Contohnya :
لَا فِي اَلدَّارِ رَجُلٌ وَلَا اِمْرَأَةٌ
(Tidak ada seorang pria di dalam rumah, tidak pula wanita)
Jika laa berulang-ulang (juga bertemu langsung dengan nakirah), maka boleh mengamalkannya (menjadikan laa sebagai amil yang menashabkan) atau menyia-nyiakannya. Maka jika kamu suka, kamu katakan :
لَا رَجُلَ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةَ
(Tidak ada seorang pria di dalam rumah, tidak pula wanita)
Dan jika kamu suka, kamu katakan:
لَا رَجُلٌ فِي اَلدَّارِ وَلَا اِمْرَأَةٌ”.
(Tidak ada seorang pria di dalam rumah, tidak pula wanita)

**********************

بَابُ اَلْمُنَادَى


Bab Munada (Kata yang dipanggil)

اَلْمُنَادَى خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : المفرد اَلْعَلَمُ, وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ, وَالنَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ, وَالْمُضَافُ, وَالشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ
فَأَمَّا اَلْمُفْرَدُ اَلْعَلَمُ وَالنَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ فَيُبْنَيَانِ عَلَى اَلضَّمِّ مِنْ غَيْرِ تَنْوِينٍ, نَحْوَ “يَا زَيْدُ” وَ”يَا رَجُلُ”
وَالثَّلَاثَةُ اَلْبَاقِيَةُ مَنْصُوبَةٌ لَا غَيْرُ.

Munada itu ada lima, yaitu :
1.  المفرد اَلْعَلَمُ (nama-nama)
2. النَّكِرَةُ اَلْمَقْصُودَةُ (nakirah yang termaksud)
3. النَّكِرَةُ غَيْرُ اَلْمَقْصُودَةِ (nakirah yang tidak termaksud)
4.  الْمُضَافُ (Mudhaf)
5. الشَّبِيهُ بِالْمُضَافِ (yang menyerupai mudhaf)
Adapun mufrad ‘alam dan nakirah maqsudah maka ia dimabnikan atas dhammah dengan tanpa tanwin contohnya:
يَا زَيْدُ وَيَا رَجُل
(wahai Zaid… , Wahai seorang pria…)
Dan tiga munada sisanya itu tidak lain dinashabkan.



بَابُ اَلْمَفْعُولِ مِنْ أَجْلِهِ

Bab Maf’ul min Ajlih

وَهُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يُذْكَرُ بَيَانًا لِسَبَبِ وُقُوعِ اَلْفِعْلِ, نَحْوَ قَوْلِكَ “قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍو” وَ”قَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ”.

Maf’ul min ajlih termasuk  isim  yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan sebab-sebab terjadinya suatu perbuatan. Contohnya :
قَامَ زَيْدٌ إِجْلَالًا لِعَمْرٍو وَقَصَدْتُكَ اِبْتِغَاءَ مَعْرُوفِكَ.
(Zaid telah berdiri untuk memuliakan ‘Amr, Aku mendekatimu karena mengharapkan kebaikanmu)

********************

بَابُ اَلْمَفْعُولِ مَعَهُ

Bab Maf’ul Ma’ah

وَهُوَ اَلِاسْمُ اَلْمَنْصُوبُ, اَلَّذِي يُذْكَرُ لِبَيَانِ مَنْ فُعِلَ مَعَهُ اَلْفِعْلُ, نَحْوَ قَوْلِكَ “جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ” وَ”اِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ”.
وأما خَبَرُ “كَانَ” وَأَخَوَاتِهَا, وَاسْمُ “إِنَّ” وَأَخَوَاتِهَا, فَقَدْ تَقَدَّمَ ذِكْرُهُمَا فِي اَلْمَرْفُوعَاتِ, وَكَذَلِكَ اَلتَّوَابِعُ; فَقَدْ تَقَدَّمَتْ هُنَاكَ.

Maf’ul ma’ah termasuk isim yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan penyertaan seseorang atau sesuatu dalam suatu perbuatan. Contohnya :
جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ وَاِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ
(Seorang pemimpin telah datang bersama tentaranya, Air mengalir bersama kayu)
Adapun pembahasan tentang “khabar kaana” dan “saudara-saudara kaana” dan “isim inna” dan “saudara-saudara inna”  maka sungguh telah diberikan penjelasannya pada bab isim-isim yang di-rafa’a-kan begitu juga dengan pembahasan kata pengikut yang di-nashab-kan (na’at, ‘athaf, taukid, badal)  telah dijelaskan disana.

*******************

بَابُ مَخْفُوضَاتِ الْأَسْمَاءِ


Bab Isim-isim yang Di-khafadh-kan (dijarkan)

اَلْمَخْفُوضَاتُ ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ مَخْفُوضٌ بِالْحَرْفِ, وَمَخْفُوضٌ بِالْإِضَافَةِ, وَتَابِعٌ لِلْمَخْفُوضِ
فَأَمَّا اَلْمَخْفُوضُ بِالْحَرْفِ فَهُوَ مَا يَخْتَصُّ بِمِنْ, وَإِلَى, وَعَنْ, وَعَلَى, وَفِي, وَرُبَّ, وَالْبَاءِ, وَالْكَافِ, وَاللَّامِ, وَبِحُرُوفِ اَلْقَسَمِ, وَهِيَ اَلْوَاوُ, وَالْبَاءُ, وَالتَّاءُ, وَبِوَاوِ رُبَّ, وَبِمُذْ, وَمُنْذُ.
وَأَمَّا مَا يُخْفَضُ بِالْإِضَافَةِ, فَنَحْوُ قَوْلِكَ “غُلَامُ زَيْدٍ” وَهُوَ عَلَى قِسْمَيْنِ مَا يُقَدَّرُ بِاللَّامِ, وَمَا يُقَدَّرُ بِمِنْ; فَاَلَّذِي يُقَدَّرُ بِاللَّامِ نَحْوُ “غُلَامُ زَيْدٍ” وَاَلَّذِي يُقَدَّرُ بِمِنْ, نَحْوُ “ثَوْبُ خَزٍّ” وَ”بَابُ سَاجٍ” وَ”خَاتَمُ حَدِيدٍ .
والله اعلم با الصواب

Isim-isim yang dikhafadhkan itu ada tiga bagian :
  1. Dikhafadhkan dengan huruf khafadh
  2. Dikhafadhkan dengan idhafah
  3. Dikhafadhkan karena mengikuti yang sebelumnya
Adapun yang dijarkan dengan huruf khafadh yaitu apa-apa yang dijarkan dengan huruf:
مِنْ(dari), إِلَى(ke), عَنْ (dari), عَلَى(di atas),فِي (di), رُبَّ (jarang), بِ (dengan), كَ (seperti), لِ (untuk)
dan dengan huruf sumpah yaitu:
اَلْوَاوُ, الْبَاءُ, التَّاءُِ
(ketiganya bermakna sumpah: demi)
dan dengan:
مُذْ, (sejak) وَمُنْذُ (sejak)
Adapun yang dijarkan dengan idhafah maka contohnya: غُلَامُ زَيْدٍ (pembantu Zaid) dan yang dijarkan dengan idhafah itu ada dua, pertama yang di-taqdir-kan dengan lam dan kedua yang di-taqdir-kan dengan min.
Maka yang di-taqdir-kan dengan lam (bagi, kepunyaan) contohnya: غُلَامُ زَيْدٍ (pembantu (milik) Zaid)
Dan yang di-taqdir-kan dengan min (dari) contohnya: ثَوْبُ خَزٍّ (Baju (dari) sutera), بَابُ سَاجٍ (pintu (dari) kayu jati).